1. Tidak termasuk akad yang dilarang dalam nash (Quran dan hadist) untuk digabungkan, seperti rekayasa melakukan riba fadl
Tiga hadist Rasulullah SAW yang menjelaskan akad yang dilarang untuk digabung, yaitu:
Hadist 1 : "Rasulullah SAW melarang dua akad (bai'ataini) dalam satu akad (bai'ah)"
Hadist 2 : "Rasulullah SAW melarang dua akad (shafqataini) dalam satu akad (shafqah)"
Contoh transaksinya adalah bai' inah
Hadist 3 : "Rasulullah SAW melarang akad jual-beli dalam pinjaman"
2. Tidak termasuk dalam hilah ribawiyah, seperti bai' inah
3. Tidak boleh menyebabkan kepada riba seperti menggabungkan qardh dan akad mu'awadhah
4. Akad-akad yang digabung bukan termasuk akad-akad yang tidak boleh digabung (karakter akadnya) atau akibat hukumnya bertentangan. seperti antara hibah dan jual-beli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar