Selama
sepuluh tahun terakhir sektor finansial syariah mengalami kemajuan pesat di
seluruh dunia. Perkembangan ini terjadi tidak hanya di negara-negara
berpenduduk mayoritas Muslim tetapi juga di negara-negara Barat dan non-Islam.Direktur
Pelaksana International Shariah Research Academy for Islamic Finance (ISRA),
Malaysia, Muhammad Akram Laldin mengungkapkan fenomena ini bisa dilihat dari
makin banyaknya perbankan yang berbasiskan syariah muncul di negara-negara itu.
Bank-bank seperti Citibank, UOB, Barclay, hingga HSBC kini menyediakan layanan
keuangan Islam. Negara-negara Barat pun membuka keran finansial syariah sebagai
sumber investasi dan pembiayaan alternatif agar perekonomian mereka tumbuh.
Inggris
berhasrat besar menjadi pusat keuangan syariah di Eropa. Langkah itu tampaknya
tidak akan berjalan mulus mengingat Belanda pun memiliki keinginan yang sama.
Swiss pun tidak ketinggalan, ingin menjadikan Zurich sebagai pusat finansial
syariah di Eropa dan dunia. Menurut Ernst & Young, aset perbankan syariah
global saat ini mencapai 1,7 triliun dolar AS. Pada 2018 aset ini diperkirakan
akan naik hingga mencapai 3,4 triliun dolar AS. Penerbitan sukuk global
pun masih ramai meski tidak mengalami kenaikan signifikan. Pada 2018,
diperkirakan sukuk global yang diterbitkan mencapai 300 miliar dolar AS seiring
semakin membaiknya perekonomian global dan regional. Pada 2015 ini estimasi
penerbitan sukuk global berada di kisaran 100 miliar dolar AS hingga 150 miliar
dolar AS.
Pada 2014,
negara-negara non-Islam tersebar dari Afrika Selatan (Afsel), Inggris, Hong
Kong, hingga Luksemburg telah menerbitkan obligasi Islam (sukuk). Goldman Sachs
menerbitkan sukuk senilai 500 juta dolar AS. Laporan Perkembangan Keuangan
Islam (IFDR) 2015 menyebut, Jerman menyambut bank syariah pertama saat Kuveyt
Turk membuka KT Bank AG di Frankfurt pada 2015 lalu. Begitu juga Cina yang
sejak 2014 sudah mendalami bank syariah. Undang-undang perbankan Cina sedang
direvisi untuk bisa memasukkan perbankan Islam di dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar